Pemdes Mojosari Perkuat Komitmen Penanganan Stunting
FITRIYATUL HIQMAH 11 Agustus 2026 11:12:04 WIB
MOJOSARI — Pemerintah Desa Mojosari terus memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan peran Posyandu, kader, PKK, tenaga kesehatan, serta peningkatan keterlibatan keluarga dalam menjaga tumbuh kembang anak.
Penanganan stunting menjadi perhatian penting karena menyangkut kualitas kesehatan dan masa depan generasi desa. Pemerintah Desa Mojosari mendorong agar upaya tersebut dilakukan secara terpadu, tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga melalui pemantauan pertumbuhan, edukasi gizi, pola asuh, sanitasi, serta pendampingan keluarga.
Pj. Kepala Desa Mojosari, Muh. Ikhsan Aris, menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa atau tenaga kesehatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Desa akan terus mendukung dan memfasilitasi upaya pencegahan stunting, termasuk memperkuat Posyandu, kader, serta pendampingan kepada keluarga,” ujar Muh. Ikhsan Aris.
Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan sedini mungkin dengan memberikan perhatian terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Keluarga juga memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang baik, pola pengasuhan yang tepat, serta lingkungan yang sehat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita melakukan pencegahan sejak dini. Orang tua harus mendapatkan edukasi yang cukup tentang gizi, pola asuh, kebersihan lingkungan dan pentingnya memantau pertumbuhan anak secara rutin melalui Posyandu,” lanjutnya.
Memperkuat Peran Posyandu dan Kader
Posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam pemantauan tumbuh kembang anak di tingkat desa. Melalui kegiatan Posyandu, bayi dan balita dapat dipantau secara berkala, sementara orang tua memperoleh informasi dan edukasi mengenai kesehatan serta kebutuhan gizi anak.
Kader juga memiliki peran strategis karena berada dekat dengan masyarakat. Selain membantu pelaksanaan pelayanan Posyandu, kader dapat membantu menemukan keluarga yang membutuhkan perhatian dan memastikan mereka memperoleh pendampingan maupun akses pelayanan yang sesuai.
Pemerintah Desa Mojosari mendorong agar data hasil pemantauan Posyandu dan informasi dari kader dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Kita ingin penanganan stunting dilakukan berdasarkan data dan kondisi nyata di lapangan. Kalau ada keluarga yang membutuhkan perhatian khusus, harus segera kita ketahui dan kita koordinasikan dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan penanganan,” jelas Muh. Ikhsan Aris.
Tidak Hanya Persoalan Gizi
Penanganan stunting juga tidak dapat dipisahkan dari persoalan lingkungan dan kondisi sosial keluarga. Ketersediaan air bersih, sanitasi, pola hidup bersih dan sehat, ketahanan pangan keluarga, hingga kondisi ekonomi dapat memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Karena itu, Pemerintah Desa Mojosari terus mendorong kolaborasi antara Pemerintah Desa, Posyandu, kader, TP PKK, Puskesmas, serta unsur terkait lainnya.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu memastikan setiap keluarga mendapatkan intervensi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
“Kita tidak ingin program penanganan stunting hanya berhenti pada kegiatan atau seremonial. Yang lebih penting adalah ada perubahan dan dampaknya dirasakan oleh keluarga. Karena itu, setelah intervensi diberikan, harus ada pemantauan dan evaluasi,” tegasnya.
Membangun Generasi Mojosari yang Sehat
Pemerintah Desa Mojosari memandang pencegahan stunting sebagai investasi jangka panjang. Anak-anak yang tumbuh sehat dan berkembang secara optimal akan menjadi generasi penerus yang menentukan masa depan desa.
Untuk itu, masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan rutin membawa anak ke Posyandu, memperhatikan asupan makanan bergizi, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila terdapat masalah pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Harapan kita tentu anak-anak Mojosari dapat tumbuh sehat, berkembang secara optimal dan menjadi generasi yang berkualitas. Pemerintah Desa akan terus berupaya mendukung, tetapi keberhasilan penanganan stunting sangat membutuhkan peran aktif keluarga dan seluruh masyarakat,” pungkas Muh. Ikhsan Aris.
Melalui sinergi antara Pemerintah Desa, kader, Posyandu, PKK, tenaga kesehatan, keluarga dan seluruh masyarakat, Desa Mojosari berkomitmen untuk terus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.
Bersama mencegah stunting, bersama membangun generasi Mojosari yang sehat dan berkualitas.
Dokumen Lampiran : Pencegahan Stunting
Komentar atas Pemdes Mojosari Perkuat Komitmen Penanganan Stunting
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Pemdes Mojosari Perkuat Komitmen Penanganan Stunting
- Belanja Hemat di Pasar Murah Mojosari
- UNDIAN NOMOR URUT CALON KADES MOJOSARI
- Semarak Sedekah Desa Mojosari!!!!!
- Lomba Parade Miniatur Desa Mojosari Berlangsung Meriah
- Pembagian Sertifikat melalui Program Prona di Desa Mojosari
- Pemasangan Banner APBDes 2018 Sebagai Bukti Transparansi Penggunaan Dana Desa














